Seluang, Upaya Melupakan Clickbait

0
229
views
  • Artikel Dony P. Herwanto

Lupakan clickbait. Lupakan berita sepotong-sepotong. Lupakan informasi berjalan atau jurnalisme berjalan. Lupakan berita singkat. Lupakan berita caci maki. Lupakan berita tanpa verifikasi. Lupakan bias informasi. Lupakan berita penyebar kebencian. Lupakan hoax. Tentu saja, kita harus lupakan. Yang terakhir ini, kita harus lawan dan perangi bersama-sama. Hoax adalah musuh bersama. Butuh banyak kekuatan untuk melawannya. Dan seluang.id berada pada barisan paling depan untuk ikut melawan kekuatan hoax yang dampaknya semakin buruk bagi persatuan bangsa.

Belum lama ini, saya sengaja mengirim surat elektronik kepada CEO and Editor in Chief narrative.ly Noah Rosenberg. Saya mengabarkan bahwa di Indonesia telah lahir satu duplikasi narrative.ly yang akan ikut berjuang di garis storytelling dalam mengemas sebuah peristiwa. Dalam istilah kami, mengemas berita serenyah cerita. Noah mengaku senang dan mengucapkan selamat atas hadirnya seluang.id di Indonesia. Artinya, narrative.ly tidak sendirian berjalan di garis storytelling.

Saya juga mengatakan, seluang.id belum sehebat narrative.ly, bahkan maaassiiiih sangat, sangat, sangat jauh untuk menyebut duplikasi.  Mungkin, semangat dan idenya yang kami duplikasi. Semangat melawan hoax. Semangat melawan Clickbait. Semangat melawan berita sepotong-sepotong. Semangat melawan berita berjalan. Dan Noah mengapresiasi itu.

Apresiasi yang sama saat saya mengajak empat sahabat terbaik saya bergabung menjadi bagian dari perjuangan ini. Anggitane, Turasih, Fatkurrahman Abdul Karim dan Graditio. Ketika saya menawarkan ide dan konsep seluang.id, tak ada keraguan dari mereka. Tak butuh waktu lama untuk menjawab ajakan saya. Tentu, itu sudah saya perkirakan.

Benar kata Anggitane dalam tulisan bertajuk Seluang itu Baik, bahwa kami belum sempurna. Tapi untuk menjadi manfaat bagi banyak orang tak harus menunggu sempurna. Benar kata Turasih dalam tulisan bertajuk Ide yang Akan Melegenda bahwa tokoh Minke - dalam novel Bumi Manusia - dicintai banyak orang karena menulis kebenaran. Dan Pramoedya yang menuliskan Minke ini, dia menjadi legenda karena menuliskan ide. Dan benar juga kata Fatkurrahman Abdul Karim bahwa seluang.id adalah halaman bagi pikiran siapa saja

Jika ada di antara anda yang sejalan dengan semangat, ide dan gagasan kami di atas, maka kita berada dalam barisan yang sama. Jika ada di antara anda yang sudah bosan membaca berita yang mendewakan Clickbait, mendewakan kehebohan, berita yang sepotong-sepotong, informasi yang apa adanya, maka berdiri dan berjuanglah bersama kami.

Seluang, sekali lagi, adalah upaya melupakan Clickbait dan melampaui headline berita-berita yang kita konsumsi sehari-hari. Memusatkan perhatian pada orang biasa dengan cerita luar biasa. Sama seperti narrative.ly yang dibangun Noah sejak 2012 di Amerika Serikat.

Dan ketika saya menyampaikan itu, Noah tidak mempermasalahkannya. Dia justru senang jika ada orang-orang di belahan bumi - yang bukan datar - ini terinspirasi oleh ide dan gagasan-gagasannya.

Sekali lagi, kami memang belum sempurna. Tapi seiring berjalannya waktu, kami akan terus menyempurnakan diri. Maka, terimalah kehadiran kami di tengah hiruk-pikuk arus informasi dan riuhnya jagat maya kita. Terimalah kami menjadi bagian penting kebutuhan informasi anda.

Seperti kata Anggitane, Seluang menjadi refleksi keberanian aksi ikan kecil pada air permukaan di nusantara (Kalimantan) dan Asia Tenggara. Ukurannya yang hanya 5 hingga 17 senti itu tak menghalangi kiprahnya memberi manfaat pada ekosistem kehidupan lain.

Seluang merelakan dirinya untuk dinikmati makhluk hidup lain sebagai makanan. Kandungan kalsiumnya yang cukup tinggi akan berdampak pada pengurangan resiko pengeroposan tulang (osteoporosis) oleh manusia yang mengkonsumsinya. Tak heran jika di Kalimantan ikan ini menjadi kegemaran.

Begitu juga kami, berharap bisa diterima dan memberi manfaat baik untuk selanjutnya digemari dan terus dikirimi tulisan dan kritikan. Sekali lagi, terimalah kehadiran kami. Kritiklah kami. Dan share if you care.

Terakhir, saya teringat kata Steve Jobs, sebuah "perusahaan" kecil bergantung pada orang-orang hebat, lebih dari sekedar perusahaan besar.

Dony P. Herwanto, documentary maker, peminum kopi setia dan pembaca buku. Menulis untuk menjaga kewarasan dan ingatan.

(Visited 51 times, 1 visits today)
Please follow and like us:
error
Previous articleSeluang itu Baik
Next articleBuck Penakluk Tradisi
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here