Lawan Korupsi Sumber Daya Alam

1
356
views
  • Artikel Dony P. Herwanto
  • Kamis, 17 Januari 2019, debat Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden dimulai. Hari-hari ke depan kita akan dipenuhi janji manis, retorika dan akal bulus penarik simpati dan empati.

    Jagat maya kita pun tak lepas dari perdebatan sengit, untuk tidak menyebut debat kusir - antara pendukung fanatik dua pasangan calon.

    Sebelumnya - dan masih terus berjalan - pasangan kandidat pun sudah menebar janji kampanye dengan berbagai aktivitas dan target kampanye. Kelompok milenials menjadi target kampanye yang disasar para kandidat Capres-Cawapres, mengingat angkanya yang sangat besar dan sebagian besar diantaranya adalah swing voters.

    Sayangnya, isu lingkungan hidup, hutan dan korupsi sumber daya alam masih menjadi isu pinggiran, isu remeh-temeh, belum banyak dibahas oleh sebagian besar publik atau pemilih, juga kelompok muda.

    Padahal fakta menunjukkan, Indonesia terus kehilangan hutan alamnya disulap jadi perkebunan sawit skala luas, industri tambang dan industri kertas.

    Dan semua terjadi salah satunya akibat praktik pengelolaan sumber daya alam yang koruptif.

    Baca juga : Korupsi Politik di Pusaran Bisnis Batubara

    Seluruh dunia mengakui bahwa Indonesia adalah pemilik hutan tropis ketiga di dunia, dan karena ulah koruptor serta pihak yang kurang bertanggungjawab mengakibatkan hutan kita terus terancam.

    Deforestasi yang terjadi setiap waktu terus mengancam eksistensi hutan Indonesia. Selain itu, kita akan mengalami bencana ekologis, hilangnya kebudayaan dan identitas masyarakat adat karena hutannya hilang sedikit demi sedikit, dan bahkan negara mengalami kerugian ekonomi, akibat dari deforestasi.

    Terjadinya berbagai bencana alam akibat berkurangnya luas tutupan hutan tidak lepas dari buruknya tata kelola kehutanan di Tanah Air. Sehingga KPK menyatakan bahwa kerusakan lingkungan hidup adalah kerugian negara.

    Baca juga : Investasi Politik Perusahaan Rokok

    Sepanjang 2010 hingga 2017, korupsi SDA mencapai 115 kasus dan menyeret 326 tersangka. Siapa saja mereka? Ini sumbernya

    Kita tentu tidak ingin anak muda mengenal hutan tropis kebanggaan Indonesia hanya dari cerita, juga tidak ingin bencana ekologis terjadi dan memakan korban yang besar.

    Untuk itulah organisasi masyarakat sipil yang terdiri dari WALHI, Coaction Indonesia, Kemitraan, Madani Berkelanjutan, Greenpeace Indonesia, Change.org, Rekam Nusantara Foundation, Econusa, dan HuMa yang selama ini memiliki perhatian dan kerja-kerja kampanye serta advokasi penyelamatan hutan, lingkungan hidup dan sumber daya alam, berkolaborasi membangun inisiatif bernama Golongan Hutan.

    Khalisah Khalid, Koordinator Golongan Hutan mengatakan, gerakan ini adalah sebuah inisiatif dan gerakan bersama untuk menggandeng anak muda untuk bukan hanya melek politik, tetapi juga mengambil peran aktif untuk menyelamatkan hutan Indonesia, salah satunya dengan menjadi warga negara atau pemilih yang cerdas dan aktif.

    Mencari tahu visi misi kandidat baik Capres-Cawapres, DPR/DPRD dan DPD, sejauhmana komitmen mereka dalam penyelamatan hutan dan pemberantasan korupsi yang mengancam hutan Indonesia, mutlak diketahui.

    "Kami mengajak kelompok muda untuk aktif bertanya kepada kandidat, termasuk tidak ragu menanyakan darimana sumber pendanaan atau dana kampanye kandidat, apakah ada dari perusahaan atau pebisnis yang merusak hutan dan menyingkirkan sumber-sumber kehidupan masyarakat," ucap Khalisah.

    Baca juga : Hari Tani dan Simbol-simbol Agama

    Golongan Hutan menyiapkan materi dan informasi terkait dengan kondisi hutan Indonesia dan ancamannya, serta pertanyaan-pertanyaan kunci yang bisa dilempar kandidat sebagai salah satu referensinya dan bertanya pada kanal sosial media.

    Khalisah berharap, gerakan dari publik ini, khususnya kelompok muda akan “memaksa” kandidat untuk membahas isu lingkungan hidup, bagaimana langkah-langkah menyelamatkan hutan Indonesia dan apa langkah konkrit kandidat menyelamatkan bangsa ini dari kerugian negara karena korupsi SDA.

    "Gerakan ini juga akan mengawal janji Capres-Cawapres yang terpilih. Karena masa depan bangsa dan penyelamatan hutan dan sumber daya alam Indonesia ada di tangan anak muda," pungkas Khalisah.

    [Tulisan diolah dari rilis Golongan Hutan]

    Dony P. Herwanto, documentary maker, peminum kopi yang setia dan pembaca buku. Menulis untuk menjaga kewarasan dan ingatan.

    (Visited 66 times, 1 visits today)
    Please follow and like us:
    error

    1 COMMENT

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here