Api Itu Akan Terus Menyala

0
176
views
mobil dan sisa puing-puing rumah yang terbakar. Foto: Ist
  • Artikel Dony P. Herwanto
  • Belum lama ini, rumah Direktur Eksekutif Walhi, Nusa Tenggara Barat (NTB) Murdani dibakar oknum yang tidak dikenal. Peristiwa ini mengancam nyawa Murdani bersama keluarga. Apalagi api baru bisa dipadamkan setelah 45 menit. Kejadian ini tentu menjadi preseden buruk bagi keselamatan para pejuang lingkungan hidup di Indonesia.

    Menurut Murdani, pembakaran rumahnya sangat mungkin terjadi karena aktivitas W NTB yang terus mengkritisi aktivitas pertambangan di provinsi tersebut. “Dugaannya dilakukan oleh oknum pengusaha tambang yang bermasalah dan dikritisi oleh WALHI NTB. Apalagi sebelumnya sudah ada ancaman-ancaman yang saya terima karena menolak aktivitas pembangunan yang mengabaikan lingkungan hidup,” kata Murdani melalui rilis yang diterima redaksi seluang.id.

    I Made Juli Untung Pratama, Direktur Walhi Bali mengecam kejadian intimidasi aktivis lingkungan hidup dengan cara pembakaran rumah yang dialami oleh direktur Walhi NTB, karena kejadian tersebut terjadi di tengah komitmen negara untuk melindungi, menghormati dan memenuhi HAM melalui peraturan perundang-undangan yang berkomitmen lewat UU 32 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia dan Undang-undang 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

    “Kami Mengecam kejadian tersebut. Bayangkan, UU HAM dan UU perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menjamin HAM setiap warga negara, termasuk aktivis lingkungan hidup. Tetapi masih juga terjadi intimidasi terhadap aktivis lingkungan, apakah negara serius menghormati, melindungi dan memenuhi HAM setiap warga negaranya”, ujarnya.

    Baca juga : Saat Kiri tak (Lagi) Jalan Terus

    Lebih lanjut, Untung Pratama mendesak agar pelaku kejadian tersebut segera diungkap oleh kepolisian. “Kepolisian harus segera mengungkap pelaku pembakaran tersebut. Jika pelakunya tidak sampai terungkap, maka negara tidak memiliki itikad baik untuk melindungi HAM terhadap aktivis lingkungan, dan itu patut dipertanyakan”, tegasnya.

    Di tempat terpisah, Aish Rumbekwan, Direktur Eksekutif WALHI Papua menyatakan, pemerintah harus memastikan tidak ada lagi intimidasi dan kekerasan fisik kepada para pejuang lingkungan hidup di Indonesia.

    Senada dengan Aish, Ahmad Rusydi Rasjid mengatakan, “Aparat kepolisian harus segera mengusut tuntas dengan menangkap pelaku dan dalang pembakaran rumah Direktur WALHI NTB,”.

    Sementara itu, Umbu Wulang Tanaamahu Paranggi, Direktur Eksekutif WALHI NTT prihatin atas kekerasan terhadap aktivis lingkungan. “Ini membuktikan bahwa banyak pihak yang tidak menyukai aktivitas WALHI sebagai organisasi yang berjuang untuk melindungi lingkungan hidup di Indonesia. Kekerasan ini juga makin mempertegas kondisi bahwa Indonesia belum mampu melindungi para pejuang lingkungan,” papar Umbu.

    Terkait dengan kejadian itu, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Region BANUSRAMAPA menyatakan, mengecam dan mengutuk tindakan kekerasan berbahaya ( Pembakaran rumah) yang dilakukan terhadap Murdani dan keluarga. WALHI Region BANUSRAMAPA meminta Kepolisian Republik Indonesia khususnya Kapolda NTB untuk segera mengusut, menangkap dan membawa pelaku dalam pengadilan atas perbuatan tercela yang dilakukan.

    Baca juga : Menjaga Percik Api Kanaga

    “Kami meminta Kepolisian Republik Indonesia dan pihak terkait untuk segera melakukan tindakan perlindungan dan pemulihan atas keluarga Murdani dan keluarga serta WALHI NTB dari berbagai upaya tindak kekerasan,” seperti tertulis dalam rilis.

    WALHI Region BANUSRAMAPA juga mendesak pemerintah Republik Indonesia untuk segera melakukan tindakan progresif secara kebijakan dan implementasi dalam melindungi warga negara yang melakukan perjuangan untuk keselamatan lingkungan hidup.

    [Tulisan diolah dari rilis WALHI Region BANUSRAMAPA]

    Dony P. Herwanto, documentary maker, peminum kopi yang setia dan pembaca buku. Menulis untuk menjaga kewarasan dan ingatan.

    (Visited 31 times, 1 visits today)
    Please follow and like us:
    error

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here