Aku Kamu Tahu, Kegalauan BilQis Soal Cinta yang Dipaksa

0
160
views
Bilqis, Pop Rock Bogor yang kian konsisten berkarya. Foto : Istimewa
  • Artikel Rizza Hujan
  • Saya senyum-senyum sendiri sembari menambahkan beberapa kata pada artikel tentang single dari band bernama BilQis ini. Bukan apa-apa, lagu ini mengingatkan saya pada keisengan beberapa waktu lalu. Saat itu saya, Brok, dan beberapa kawan menginisiasi satu gerakan berupa perang status alay-galau di WatsApp. Sebuah gerakan yang sangat unfaedah. Tapi cukup menghibur, baik diri sendiri maupun mereka yang membacanya.

    Lalu apa korelasinya dengan artikel tentang band bernama BilQis ini? Simak saja keterangan tentang lagu berjudul “Aku Kamu Tahu” ini.

    “Lagu ini berawal dari curhatan teman saya yang lagi galau setelah putus sama pacarnya, dia cerita kalau pacarnya itu dijodohin orang tuanya sama orang lain padahal mereka masih sama-sama sayang. Dari situlah saya coba-coba nulis liriknya dan enggak sampai 15 menit selesai,” kata Helvi dalam rilis yang dikirimnya. Ya, galau! itulah benang merahnya.

    Menyitir kata-kata Pidi Baiq bahwa galau adalah perasaan yang diperbesar sehingga kita menjadi kecil. Jadi secara eksplisit galau ini esensinya begitu negatif. Bahkan bagi sebagian orang, kata galau dianggap tabu untuk digunakan. Biasanya karena gengsi atau memang tidak mau dicap baperan. Padahal tiap manusia tidak bisa lari dari monster bernama galau tersebut. Dan hal ini seolah diamini oleh Helvi.

    “Saya rasa semua orang pasti pernah mengalami hal seperti ini. Ditinggal nikah, atau masih berharap balikan sama mantan. Kalau sama-sama sayang ya harus sama-sama berjuang untuk mempertahankan hubungan,” sambung dia.

    BilQis menasbihkan diri mereka sebagai unit pop rock asal Bogor. Walau bagi saya “Aku Kamu Tahu” adalah murni lagu pop. Maulina (vokal), Qpot (gitar), Norma (gitar), Helvi (bass), Zaky (kibord), dan Denny (drum) baru melepas single keduanya ini pada 2 Februari 2019 lalu. Tindak lanjut dari single pertama “Pergilah Dengannya”. Single kedua ini merupakan karya dari sang bassist Helvi yang tuturan liriknya berkisah tentang pemaksaan sebuah hubungan percintaan.

    Baca juga : Sekelumit Musik Pengobar Rasa Nasionalisme Indonesia

    Menurut pengakuan Helvi, “Aku Kamu Tahu”, merupakan karya lamanya yang lantas diperdengarkan kepada para personel BilQis lainnya sebelum memasuki sesi workshop dan dieksekusi di studio hingga menjadi barang jadi seperti sekarang.

    BilQis berharap, melalui “Aku Kamu Tahu” para pendengar bisa terwakili perasaan dan suasana hatinya, dan ada dampak serta inspirasi positif setelah mencermati isi dari lirik lagu ini. Apalagi, barisan komposisinya sangat ear-catching dan tidak membutuhkan kernyitan dahi untuk menikmatinya.

    Sejauh ini BilQis sudah memiliki 8-10 lagu. Sebuah jumlah yang lebih dari cukup untuk mengisi line album debut mereka yang judulnya masih dirahasiakan. Namun, BilQis tidak ingin terburu-buru merilisnya.

    “Kami tidak mau terkesan grasak-grusuk dalam menyelesaikan materi yang harus ada dialbum nanti. Demi hasil yang maksimal, kami benar-benar pikirkan banyak hal, mulai dari pemilihan tema lagu, pemilihan lirik, kesesuaian antar lagu, pemilihan instrumen dan sound yang digunakan, dengan melakukan observasi melalui referensi musik yang kami dengar,” timpal gitaris Norma.

    Sedikit menengok ke belakang, BilQis terbentuk pada 2010 yang berawal dari pertemanan SMA, di sebuah kegiatan ekstrakulikuler musik dan teman-teman sepermainan saat kecil. Awalnya, band ini bernama Childish dan sering berpartisipasi di sejumlah kompetisi band di seputaran Bogor dengan membawakan lagu-lagu dari Cokelat, Geisha, Kotak, Mulan Jameela, Utopia, Evanesance, Paramore, dan The Cranberries.

    Baca juga : Penikmat Alam dan Puisi Lord Byron

    Setahun berselang, Childish memutuskan untuk membuat karya sendiri dan fokus mengikuti jalur industri musik Indonesia dengan melakukan perjudian di sebuah kompetisi band bernama L.A Lights Band Competition. Tidak disangka, mereka terpilih menjadi salah satu dari lima band terbaik dan Qpot beserta kawan-kawannya berhak menyumbangkan karya di album kompilasi L.A Lights Band Competition.

    Atas saran manajer mereka saat itu, nama Childish pun berevolusi menjadi BilQis. Pada titik ini, job manggung mereka semakin banyak termasuk menjadi opening act beberapa artis ternama seperti Dewi Dewi, Lyla, Vagetoz, Terry, Zigaz dan Utopia. Namun memasuki 2014, band ini menjalani masa vakum akibat kesibukan yang melanda para personelnya dan baru melakukan comeback pada akhir 2017 dengan merilis single pertama “Pergilah Dengannya”.

    Setelah menyimak secara utuh dan dalam waktu seluang-luangnya “Aku Kamu Tahu”, maka dengan ini saya menyatakan BilQis telah siap memerdekakan penikmat musik Indonesia dari penjajahan rasa galau yang meraja. Hal-hal mengenai pembuatan album penuh diharapkan segera dilaksanakan dengan sepenuh hati dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

    [penulis adalah pengajar Sekolah Menengah Kejuruan di Bogor]

    Artikel "Aku Kamu Tahu, Kegalauan Bilqis Soal Cinta yang Dipaksa" merupakan konten kolaborasi dengan HujanMusik!. Konten serupa bisa dilihat di sini

    (Visited 26 times, 1 visits today)
    Please follow and like us:
    error

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here