GO-PAY, E-Money Terpopuler di Indonesia

Menurut survei , GO-PAY berada di posisi puncak dalam daftar uang elektronik yang terbanyak digunakan di Indonesia.

0
61
views
Nadiem Makarim dalam acara Mitra Juara GOJEK 2019 © GOJEK. Sumber foto: Good News From Indonesia
  • Artikel Aditya Jaya Iswara
  • Statistik riset dari tiga Lembaga berbeda menempatkan GO-PAY sebagai layanan uang elektronik yang paling banyak digunakan di Indonesia.

    Pencapaian ini diungkapkan CEO GO-PAY, Aldi Haryopratomo, dalam acara Mitra Juara GOJEK 2019, belum lama ini.

    Ketiga lembaga riset yang dimaksud adalah riset Financial Times Confidential (2018) yang menempatkan 75% responden manfaatkan GO-PAY, riset Daily Social & Jackpat (2018) yang menemukan bahwa GO-PAY menjadi uang elektronik terpopuler dengan 79% responden, dan riset YouGov (2019) yang menyatakan 80% responden menggunakan GO-PAY.

    “Keberhasilan GO-PAY memenangkan hati masyarakat Indonesia karena kami hadir menawarkan layanan komprehensif dalam keseharian masyarakat," katanya.

    "Tidak hanya bagi pengguna, tapi juga bagi mitra pengemudi dan rekan usaha,” lanjut Aldi dalam keterangan resminya.

    “Kami ada dari mulai bangun tidur, berangkat kerja, pesan makan siang hingga malam. Kami hadir di manapun, kapanpun,” imbuhnya.

    Saat ini, GO-PAY telah bermitra dengan 28 institusi keuangan, serta telah diterima di lebih ratusan ribu rekan usaha di 370 kota di Indonesia.

    Apa yang dicapai GO-PAY, kata Aldi, merupakan langkah awal dari mimpi-mimpi besar untuk bisa merangkul semua orang kepada layanan keuangan digital GO-PAY, mengingat masih banyak masyarakat yang menggunakan uang tunai dalam kegiatan pembayaran.

    “Semangat kami adalah kolaborasi. GO-PAY sangat terbuka akan peluang kerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun institusi keuangan untuk memaksimalkan akselerasi non-tunai di Indonesia,” ujar Aldi.

    Mitra Juara GOJEK 2019 merupakan ajang pemberian penghargaan pada mitra berprestasi di platform karya anak bangsa ini.

    Acara tersebut digelar di Ecovention, Ancol, yang turut dihadiri oleh presiden Joko Widodo, jajaran Menteri Kabinet Kerja, dan ribuan mitra GOJEK.

    Go-Food, Raksasa Layanan Pesan Antar

    Sebuah laporan berjudul The State of Mobile 2019 dari App Annie menunjukkan GOJEK sebagai aplikasi ride-sharing yang paling banyak digunakan di Indonesia.

    Ini tak lepas dari beragam layanan yang ditawarkan GOJEK, termasuk salah satunya GO-FOOD.

    Dalam keterangan resmi, data internal GOJEK menyebut pangsa pasar GO-FOOD di Indonesia mencapai 80%.

    Ini divalidasi dengan riset dari IDN Times mengenai layanan pesan-antar makanan yang paling banyak dipakai, menyatakan GO-FOOD yang paling banyak digunakan di Indonesia.

    Dalam acara Mitra Juara GOJEK 2019 di Ecovention Ancol, Jakarta, Kamis (11/4) lalu, Catherine Hindra Sutjahyo selaku Chief Commercial Expansion GO-FOOD mengatakan bahwa GO-FOOD semakin kuat posisinya sebagai pemain online food delivery terbesar di Indonesia.

    Hal ini antara lain dikarenakan teknologi GOJEK yang membantu para merchant, terutama UMKM, dalam mengembangkan skala bisnisnya.

    Para UMKM yang bergabung dengan GO-FOOD rata-rata mengalami peningkatan omzet 3,5 kali lipat sejak bergabung.

    Keberhasilan di Indonesia juga menuntun GO-FOOD jadi raksasa layanan pesan-antar makanan di Asia Tenggara.

    Per akhir tahun 2018, GO-FOOD mencatatkan jumlah pesanan sebesar 30 juta per bulan di Asia Tenggara.

    Sementara, pertumbuhan jumlah order GO-FOOD mengalami peningkatan tujuh kali lipat, dari Desember 2016 ke Desember 2018.

    “Kepercayaan merchant kami sejalan dengan kepercayaan dan loyalitas konsumen pada GO-FOOD, yang telah menjadikan GO-FOOD bagian tak terlepaskan dari kehidupan sehari-hari.

    Hal ini tercermin dari jumlah order yang terus meningkat dari tahun ke tahun,” ujar Catherine.

    Kemudian riset LD FEB UI menemukan bahwa 93% responden mitra UMKM mengalami peningkatan volume transaksi dan 55% mitra mendapatkan peningkatan klasifikasi omzet setelah bergabung dengan GO-FOOD.

    Peningkatan volume dan omzet bisnis memacu mitra UMKM untuk terus mengembangkan usahanya.

    Hal ini ditunjukkan dari 85% responden yang menginvestasikan kembali pendapatannya ke dalam usaha mereka.

    Status Decacorn

    Saat ini, Gojek telah menyandang status Decacorn atau startup dengan nilai valuasi di atas US$ 10 Miliar.

    Dikutip dari CNBC Indonesia melalui Detik Finance, Lembaga riset CBInsights merilis riset “The Global Unicorn Club”.

    Dalam risetnya menyatakan bahwa Gojek telah memiliki valuasi US$ 10 Miliar, artinya Gojek telah menyandang status Decacorn.

    Saat ini masih ada 19 startup decacorn di dunia. Decacorn terbanyak berasal dari Amerika Serikat (AS). Gelar decacorn diraih setelah 10 tahun beroperasi.

    Dikutip dari Republika.co.id, Nailul Huda, Ekonom dari Institute for Development of Economic and Finance (Indef) mengatakan kesuksesan Gojek akan membuat banyak investor tertarik menanamkan uangnya ke perusahaan tersebut. "Gojek akan memutarkan dana itu untuk mengembangkan usahanya,".

    Gojek telah melakukan 9 kali penggalangan dana. Sudah 24 investor yang menyuntikkan dana dengan total US$ 3,1 Miliar.

    Penggalangan dana Seri A dilakukan Go-Jek pada tahun 2014 silam, investornya adalah Openspace Ventures dan Capikris Foundation yang jadi investornya.

    Terbaru, penggalangan dana Seri F tahap pertama Gojek meraih total dana sebanyak US$1 miliar, investornya adalah Astra Internasional, Tencent Holdings, JD.com dan Google.

    [Tulisan diolah dari beberapa artikel di Good News From Indonesia]

    [Penulis tidak bisa masak tapi suka makan. Tidak bisa main bola tapi suka nonton bola. Writer di Good News From Indonesia.]

    Artikel "Go-Pay, E-money Terpopuler di Indonesia" merupakan konten kolaborasi dengan Good News From Indonesia. Konten serupa bisa dilihat di sini

    (Visited 22 times, 1 visits today)
    Please follow and like us:

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here